Paru-paru Bumi Yang Tak Terbayarkan


       Sering kali kita melihat adegan dimana orang-orang sembarang menebang pohon di area yang cukup gersang. Padahal pohon itu sangat berperan dalam mempertahankan udara segar di Bumi ini. Tahukah anda? Oksigen yang dihasilkan tumbuhan saat proses fotosintesis itu sangatlah banyak, bahkan ketika tumbuhan itu sendiri melakukan respirasi/bernapas masih menyisakan Oksigen yang sangat banyak sehingga bisa digunakan kembali oleh makhluk hidup lainnya.

        Tapi tentu saja jika pohon-pohon itu terus ditebang tanpa melakukan penanaman kembali yang lebih banyak, akan mengurangi jumlah udara segar di Bumi ini. Ya, memang betul kita sangat memerlukan hasil tebangan pohon untuk berbagai hal seperti meja, jendela, kasur, kertas, dll. Tapi dalam proses penebangan juga harus tetap mempertahankan jumlah pohonnya, bahkan kalau bisa menambahkan nya menjadi lebih banyak.

       Cara mengembangbiakkan tumbuhan sebelum ditebang itu sangatlah banyak. Cara yang sangat mudah untuk pohon yang cukup muda adalah dengan disetek. Caranya adalah dengan memotong salah satu batang pohon yang tidak terlalu tua dan disarankan ada daunnya, lalu menanamnya kembali di tanah. Berilah pupuk agar proses penumbuhan akarnya lebih cepat. Jika sudah seitar 2 mingguan tetapi daunnya tidak layu, itu menandakan bahwa proses ini telah berhasil dan menjadi tumbuhan baru.

 
       Tapi bagaimana jika proses pengembangbiakan tumbuhan sebelum ditebang tidak dilakukan? Bayangkan ini, 1 Pohon butuh waktu > 1 Tahun sedangkan 1 Penebangan Pohon < 1 Jam. Tentu ini akan sangat berdampak bagi keseimbangan bagi sirkulasi  udara di Bumi kita ini.

       Menanam pohon bagi kita yang masih sibuk dengan banyak urusan di rumah juga bisa dengan cara, ketika setelah memakan suatu buah dan ada bijinya yang siap untuk ditanam janganlah dibuang. Cucilah sebentar dengan air dan taruh saja di tanah yang subur. Simpel bukan?

       Ya demikianlah yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila ada kta-kata yang salah dan terima kasih atas perhatiannya... Semoga bermanfaat...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Paru-paru Bumi Yang Tak Terbayarkan"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak! :)