Apakah Pembersih Tangan Lebih Efektif daripada Sabun dan Air?

Apakah Pembersih Tangan Lebih Efektif daripada Sabun dan Air?

          
Pembersih tangan atau yang sering kita sebut hand sanitizer memang berguna dan mudah dibawa, terutama bila sabun dan air mengalir tidak dapat dijangkau. Tetapi apakah lebih baik sering menggunakannya atau harus menjauh darinya? Hand sanitizer mengandung bahan-bahan seperti alkohol yang sering berkonsentrasi 70% dan mampu bekerja untuk membunuh mikroba. Ketika dibiarkan di tangan selama 30 detik atau lebih, mampu membunuh 99,9% bakteri. Bila Hand Sanitizer dikenakan ke beberapa jenis virus seperti influenza dapat membuka membran bakteri ini sehingga dapat membunuhnya. Ya tapi tentu saja tidak semua virus dapat dibunuh olehnya, contohnya seperti Botulism dan Norovirus.
           
Ada juga Hand Sanitizer yang non alkohol, mereka ini mengandung bahan-bahan lain seperti 0.1%-0.45% Triclosan, 0.1% Benzalkonium, 0.5% Chlorhexidine. Tetapi mungkin mereka hanya bermakna Bakteriostatik yang berarti mereka mmencegah reproduksi bakteri. Tentu saja semua orang mengerti apabila dalam kasus tertentu di tangan kita terdapat tanah,  jika kita menggunakan Hand Sanitizer itu justru malah menyebarkan tanah ke sekitarnya, jadi dalam kasus ini mungkin lebih baik kita menggunakan air dan sabun.
           
Tetapi jika kita melihat dari sisi kasus yang tidak terdapat tanah, maka apa yang harus kita lakukan? Pada tahun 2009 peneliti Australia melakukan percobaan dengan terlebih dahulu memvaksinasi pekerja rumah sakit, lalu mengotori tangan mereka dengan virus influenza hidup. Beberapa dari mereka mencuci tangannya dengan sabun dan air selama 40 detik dan dikeringkan dengan handuk kertas. Yang lainnya menggunakan sanitizer 61,5% etanol/alkohol selama 20 detik. Juga ada yang menggunakan sanitizer beretanol dengan kombinasi beberapa zat lainnya. Dan yang terakhir ada juga yang dibiarkan saja tanpa melakukan apa pun. Dan hasilnya cukup menarik.

Bagi yang menggunakan air dan sabun justru benar-benar menghilangkan virus dari tangannya, meskipun pada kenyataannya sanitizer dapat membunuh kuman tetapi sabun dan air dipilih menjadi metode superior dalam menghadapi infeksi. Dan sudah jelas yang tidak melakukan apapun akan menambah penyebaran virusnya. Tetapi beberapa pertanyaan mulai muncul, apakah suhu dari air tersebut berpengaruh? Sebenarnya air panas dapat membunuh bakteri hanya saat bersuhu 99.98ºC yang tentu saja dapat menyakiti Anda. Jadi gunakanlah air biasa saja.


Tentu saja sabun juga dapat menjadi anti bakteri dan biasnya juga mengandung triclosan, jadi apakah itu lebih efektif? Sebenarnya triclosan juga berada di bawah konsentrasi satu persen yang menyebabkan kurang efektif untuk melawan bakteri. Beberapa studi dari seluruh dunia menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih baik dari sabun biasa. Tapi cobalah pikirkan hal yang satu ini. Misalkan seluruh triclosin berakhir di sungai dan danau, bahkan itu sudah menjadi 1 dari 10 kontaminasi yang ditemukan di sungai Amerika yang juga nantinya menyebar ke organisme lain seperti ikan-ikan. Bukan hanya itu saja, triclosan telah memberikan antibiotik resistensi yang prosesnya disebut sebagai Cross Resistance yang menjadikan bakteri berevolusi untuk menahan efek antibiotik lain meskipun mereka belum pernah terkenanya. Berarti ini tidak menjadikan penggunaan sabun antibakeri efektif.

Jadi ya pada akhirnya juga akan lebih baik menggunakan air dan sabun biasa dan menghemat Hand Sanitizer untuk keadaan tertentu yang sulit. Dan kurangkan sabun antibakteri untuk kesehatan Anda dan generasi masa depan. Ya sekian itu sepertinya itu saja yang dapat saya simpulkan dari berbagai sumber. Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Referensi: asapsciene.com

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Apakah Pembersih Tangan Lebih Efektif daripada Sabun dan Air?"

Berkomentarlah dengan bijak! :)