Big Bang: Awal Mula Alam Semesta

Alam Semesta berbentuk Trumpet
Banyak orang tau bahwa Alam Semesta ini berasal dari kejadian Big Bang atau yang disebut juga Dentuman Besar. Tapi, apa itu Big Bang? 
Big Bang adalah sebuah proses ekspansi alam semesta dimulai dengan adanya dentuman besar, kejadian big bang ini diawali dari kekosongan (tidak ada apa-apa) dan faktornya tidak ada, hanya terjadi secara sedemikian rupa, jika dilihat dari segi saintifik, namun apabila dilihat secara agamis, kejadian itu merupakan adanya campur tangan tuhan. Nah sudah tau kan apa artinya? Perlu diingat loh ya, Big Bang bukan sebuah ledakan.

Alam Semesta mulai melakukan inflasi/peluasan sejak 10 x 10^35s setelah Big Bang terjadi, prosesnya sangat cepat, bahkan diawal inflasi itu alam semesta hanya sebesar bola kasti namun meluas secara cepat.
Inflasi bung

Banyak orang yang mengira bahwasanya alam semesta itu tidak terbatas dan tidak akan pernah mati, namun belakangan abad 20, tepatnya Albert Einstein memberikan kita pemahaman yang lebih jauh tentang Gravitasi dan Edwin Hubble menemukan bahwasanya Galaksi itu selalu menjauhi galaksi satu sama lainnya.

Jadi, dengan demikian alam semesta mengalami peluasan namun bukan berarti tidak bisa mati, alam semesta akan mati ketika waktunya tiba. Karena ada banyak hipotesa yang dikemukakan oleh banyak saintis seantero dunia ini. Misalnya saja, heat death.

Heat death disebut-sebut sebagai skenario yang sangat mungkin terjadi pada Alam Semesta kita, yaitu kematian panas dari alam semesta, di mana pada saat itu galaksi sudah semakin berjauhan dan bintang-bintang terakhir telah mati, hingga tak ada panas/cahaya yang menyinari Alam Semesta, sehingga alam semesta menjadi sangat dingin.

Jadi, kalian telah mengetahui bagaimana Big Bang terjadi dengan "nothing", sebenarnya saya masih mau membahasnya, yasudah kita bahas. Ada pendapat lain dari para ilmuwan kalau teori Big Bang itu berasal dari Big Bounce, di mana pada saat itu ada alam semesta lain yang mengalami penyusutan (Big Crunch) juga mengalami fluktuasi kuantum yang menyebabkan terlahirnya Alam Semesta baru.
Bisa Jadi Big Bounce

Apa sih bukti dari Big Bang itu terjadi?

Salah satu buktinya adalah, pada tahun 1964, secara tidak sengaja kita menemukan Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR) yang memberikan kita visualisasi dan pemahaman yang baik tentang awal mulanya Alam Semesta dan seluruh isinya ini terjadi. membuat teori big bang ini diterima di sains secara global.

Oh iya, satu lagi yang harus saya sampaikan, Alam Semesta ketika pertama kali mengalami inflasi sangatlah panas, karena gluon dan kuark saat itu membuat pasangan yang serasi lalu memecah lagi, dan proses itu terulang kembali sampai 1 detik setelah alam semesta mengalami Big Bang.

Dan proses selanjutnya dari Big Bang adalah Big Bang Nucleosynthesis (10  detik sampai 20 menit setelah Big Bang), dilanjutkan oleh Stellar Nucleosynthesis, dll. Yang membentuk sebuah elemen baru seperti Helium, isotop helium, isotop deuterium, Lithium, Hidrogen, dan masih banyak lagi.
Macam-macam elemen

Setelah terjadi proses tersebut dimulailah dark era (300 ribu tahun setelah big bang), di mana alam semesta itu gelap tanpa cahaya, namun setelah dark era, terjadi keajaiban yang memang sudah terencana oleh Alam Semesta itu sendiri untuk membentuk cahaya (karena partikel cahaya saat itu sudah cukup untuk menyinari Alam Semesta), dimulailah pembuatan Galaksi, bintang-bintang, Quasar, dan masih banyak lagi.

Setelah itu alam semesta masih terus mengembang sampai sekarang di zaman kita ini, dan akan terus mengembang sampai selamanya, karena alam semesta hidup untuk selamanya, namun secara skenario dan filosofis mati (Heat Death) karena tidak ada makhluk hidup di dalamnya.

Silahkan dicermati kembali, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di lain waktu.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Big Bang: Awal Mula Alam Semesta"

  1. Asal muasal alam semesta dari dentuman besar memang masuk akal

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan bijak! :)